About Us


Laboratorium Banten Girang adalah komunitas yang didirikan pada tahun 2015 oleh sejumlah peneliti, seniman, sastrawan, jurnalis, dan penikmat seni yang berdomisili di Banten. Secara sengaja kami memilih situs Banten Girang sebagai tempat beraktivitas, mengingat situs tersebut adalah salah satu peninggalan penting dalam sejarah dan peradaban Banten. 

Para arkeolog dan peneliti nasional maupun internasional, seperti Claude Guillot, Denys Lombard, Jacques Dumarcay, Lukman Nurhakim, Sonny Wibisono, Mohamad Ali Fadhilah, dan lain-lain, telah berperan aktif dalam melakukan ekskavasi dan berhasil menghimpun sejumlah temuan serta menginterpretasi tinggalan sejarah di Banten Girang, namun tak banyak generasi muda yang menindaklanjuti hasil temuan-temuan tersebut. Untuk itu, Laboratorium Banten Girang hadir dengan upaya menindaklanjuti berbagai temuan-temuan tersebut, guna melakukan pencarian nilai-nilai, estetika, dan ekspresi budaya, dengan melakukan kerja kolektif yang bersifat lintas disiplin ilmu. Selain itu, kami mencoba mengakomodasi narasi kebantenan berbasis kelisanan yang masih bertebaran di masyarakat sekitar situs Banten Girang. 

Sejumlah kegiatan yang telah dilakukan Laboratorium Banten Girang, di antaranya adalah pertunjukan teater, pembuatan film dokumenter, reading club cagar budaya, penelitian cerita rakyat, dan kelas pertunjukan. Berbagai kegiatan tersebut dilakukan secara rutin dan berkesinambungan. 

Sampai saat ini, Laboratorium Banten Girang kerap dijadikan “tempat singgah” oleh masyarakat Banten maupun luar Banten, yang datang dengan berbagai tujuan, seperti sekadar bertukar pengalaman dan pengetahuan, mengapresiasi pertunjukan, mengikuti kelas pertunjukan, dan/atau bekerja sama dalam melakukan penelitian. Sementara situs Banten Girang sendiri adalah tempat sakral (makam keramat) yang hingga kini selalu dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai kalangan, baik yang berasal dari Banten maupun luar Banten. 

Oleh sebab itu, Laboratorium Banten Girang hadir dalam upaya memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam sejarah Banten yang universal, karena kami percaya bahwa pada hakikatnya sejarah Banten merupakan titik persinggungan berbagai peradaban dunia, antara sejarah lokal dan sejarah dunia internasional.