Timbal Balik Pertemuan Ketiga: Tubuh Mekanik dan Metaforik


Oleh Irma Maulani


Hari ini adalah pertemuan ke 3 kelas laboratorium banten girang. Harusnya pertemuan ke 4 tapi karena jumat lalu kita di liburkan (di beri kesempatan untuk merasakan indahnya detik-detik tahun baru) jadi jumat ini masuk ke pertemuan ke 3. kelas baru di mulai pukul 14.30 materi hari ini tentang "Tubuh mekanik dan tubuh metaforik" dengan pemateri kang Peri Sandi Huizche. Ada yang berbeda pada pertemuan sekarang. Kami tidak lagi hanya mendengarkan dan menyimak apa yang pemateri sampaikan tapi kami diterjunkan langsung untuk mempraktekannya.

Sebelum praktek gegulingan dan sebagainya kami melakukan pemanasan terlebih dahulu agar otot-otot kami tidak terasa kaku. Seusai pemanasan kami berlari mengitari desa dan komplek untuk menuju lapangan yang akan digunakan untuk mempraktekan apa yang akan dilakukan pada tubuh kami hari ini. Sesampai di lapangan kami berjalan katak di tengah lapangan dan dilanjutkan dengan lari sprint.

Lalu membuat lingkaran kecil dengan keadaan masih lari ditempat, beberapa saat kemudian barulah di perbolehkan untuk duduk oleh sang pemateri. Kemudian pemateri menyampaikan tentang "Tubuh Mekanik dan Tubuh Metaforik"
"Ada yang tahu pengertian dari Biomekanik?" pemateri melontarkan pertanyaan.

Beberapa di antara kami ada yang menjawab walau dengan nada suara pelan dan jawaban yang sepotong-potong.
Pemateri menyambung jawaban tadi dengan lebih detail, barulah saya mengerti ternyata pengertian dari Biomekanik adalah ilmu yang mempelajari cara menentukan gaya perubahan dan beban mekanik pada otot,tulang serta sendi dari tubuh manusia.

Pemateri menarik salah satu diantara kami untuk mencontohkan bahwa sebenarnya tubuh kita itu memiliki bahasa yang luas. Sampai mana sih kita bisa menggerakan tubuh-tubuh kita ini? Caranya adalah dengan menggunakan pendekatan anatomi,fisiologis,psikologis,mekanik,kultural,dan sosiologis. Tapi pertemuan kali ini baru sempat membahas 3 pendeketan saja. Yaitu, pendekatan anatomi,fisiologis, dan mekanik.

Karena waktu yang tidak memungkinkan. Setelah selesai mempraktikan beberapa pendekatan dengan cara gegulingan, menggerakan otot-otot wajah dan masih banyak lagi tubuh-tubuh yang telah dibongkar hari ini. 

Kami melanjutkan lari lagi untuk menuju salah satu goa di situs banten girang. Sesampai disana berlanjut dengan evaluasi, mempraktikkan suatu tokoh yang ada dalam kepala kita. Belajar menjadi kritisi sebuah pertunjukan dan belajar agar lebih spesifik untuk mengenali suatu tokoh yang akan di perankan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar